Polisi Waspadai Isu Kekerasan pada Ahmadiyah

Berita Terbaru Islam - Paska unjuk rasa penolakan dan pembubaran Ahmadiyah, Jumat pekan lalu, Polda Metro Jaya tetap mewaspadai kemungkinan terjadi tindakan kekerasan terhadap anggota jemaah Ahmadiyah.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar, mengungkapkan kepolisian tetap melakukan pengamanan terhadap masjid maupun rumah yang dijadikan lokasi pertemuan maupun ibadah jemaah Ahmadiyah di Ibukota Jakarta.

"Tidak ada penyerangan, situasi aman. Pengamanan tetap seperti kemarin dengan mengadakan patroli rutin," kata dia di Jakarta, Minggu, 20 Februari 2011.

Menanggapi maraknya unjuk rasa penolakan jemaah Ahmadiyah yang dilakukan sejumlah organisasi massa Islam, Baharudin menegaskan kepolisian akan menetapkan Protap 01 untuk mengantisipasi tindakan anarkis dengan terukur.

"Jumlah personel tetap disesuaikan di Polres wilayah masing-masing. Tidak ada pengamanan berlebih atau penambahan personel secara signifikan," tuturnya.

Meski tidak terjadi aksi penyerangan, menurut dia, selain petugas patroli, sejumlah personel intel yang ditugaskan di lapangan tetap mengawasi perkembangan potensi kerusuhan terhadap lokasi-lokasi jemaah Ahmadiyah di Jakarta.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman telah mewanti-wanti bahwa petugas akan melumpuhkan anggota perusuh dengan senjata api, jika berpotensi membahayakan masyarakat dan menimbulkan korban seperti peristiwa di Cikeusik.

"Masyarakat yang merusak dan menganiaya bukan pengunjuk rasa, tapi sudah bertindak anarkis. Polisi akan menembak," kata Kapolda.

Seperti diberitakan, terdapat 13 titik lokasi masjid maupun rumah ibadah jemaah Ahmadiyah di Jakarta. Beberapa lokasi yang rawan terletak di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Sumber : www.vivanews.com

banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: