Air itu Hidup dan Punya Bahasa


Air itu Hidup dan Punya Bahasa

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Jepang Dr. Masaru Emoto, ternyata air mempunyai bahasa yang mampu memberikan respon positif maupun negatif. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto patut kita beri apresiasi yang luar biasa, karena penelitian tersebut telah membuktikan ayat dalam Al-Qur'an “Dan kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup …” (QS Al Anbiya, 21:30). Ilmuwan yang lahir di Yokohama pada bulan Juli 1943 itu berhasil mendapatkan foto kristal air didunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmu ahli mikroskop), foto kristal air tersebut didapat dengan membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi.


Dr. Masaru Emoto

Hasil dari penelitian tersebut bahwa ternyata air mampu merespon terhadap kata-kata, gambar, dan musik baik secara positif atau negatif. jika kita mengatakan pada air misalnya : Arigato (Terima Kasih), doa-doa islam, lagu syhmphony, dan hal-hal yang mengandung positif bagi air maka, hasil dari foto kristal itu Subhanallah, Maha Suci Allah begitu indah. Sebaliknya jika kita mengatakan pada air misalnya : You Fool (Kamu Goblok), I Kill You (Ku Bunuh Kau) dan hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal negatif, maka sungguh air itu tidak akan membentuk kristal yang indah, bahkan akan terlihat jelek serta terlihat keruh/kotor. Oleh karena itu sekarang kita harus memperlakukan air dengan bahasa yang baik, sebab air yang mampu membentuk heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita. Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan. Foto berikut ini telah memperlihatkan kebesaran Allah.


“Dan kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup …”
(QS Al Anbiya, 21:30)

Berdasarkan foto diatas kita bisa mengamati bahwa air itu hidup dan memiliki bahasa. Jadi bagaimana cara kita memperlakukan air sebagaimana yang dicontohkan diatas ialah dengan cara memberi bahasa yang baik (hal yang positif)




banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: