Obama: Suara Rakyat Mesir Didengar

"Saya yakin masyarakat Mesir dapat menemukan jawaban dan melakukannya secara damai,"
VIVAnews - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama langsung memberikan reaksi atas mundurnya Hosni Mubarak sebagai Presiden Mesir. Obama menganggap perjuangan para demonstran yang meminta Mubarak mundur menjadi salah satu gerakan epik demokratis dalam sejarah dunia.

"Ini adalah salah satu momen di mana masyarakat Mesir telah bersuara dan suara mereka didengar," kata Obama dalam pidato tujuh menitnya di Grand Foyer Gedung Putih seperti dikutip dari Los Angeles Time, Sabtu 12 Februari 2011.

Obama memastikan dengan mundurnya Mubarak sebagai Presiden Mesir yang telah berkuasa selama 30 tahun itu tentunya akan membawa perubahan bagi negara tersebut.

Obama percaya peristiwa mundurnya Mobarak dari tapuk kepemimpinan merupakan langkah penting dalam evolusi negara tersebut untuk menuju pemerintahan yang menghormati hak-hak masyarakatnya.

"Mesir telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia selama lebih dari 6 ribu tahun. Tapi, selama beberapa minggu terakhir roda sejarah berbalik dengan kecepatan di mana masyarakat Mesir menuntut hak universal mereka," ujarnya.

Dalam kesempatan pidatonya tersebut, Obama menambahkan negara ini baru memulai transisi menuju ke pemerintahan yang demokratis. Ia pun menyerukan kepada pihak militer yang mengambil alih kepemimpinan di Mesir setelah mundurnya Mubarak untuk membantu mengantarkan negaranya ke era yang baru.

"Ini bukan akhir transisi dari Mesir tapi ini sebuah awal. Saya yakin akan ada hari-hari sulit dan banyak pertanyaan yang tetap belum terjawab, tapi saya yakin masyarakat Mesir dapat menemukan jawaban dan melakukannya secara damai dan dalam semangat persatuan," ujarnya.
• VIVAnews

banner
Previous Post
Next Post

2 comments: