Aktifitas Mu’min di Bulan Berkah

Saudaraku, bulan Romadhon yang penuh berkah dan sarat akan keutamaan dan ganjaran sebentar lagi akan tiba. Pada saat itu, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup sedangkan para syaithon pun dibelenggu. Orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya sangat berharap mendapatkan ampunan, ganjaran dan keutamaan yang Alloh sediakan di bulan tersebut. Oleh karena itu sudah seharusnya kita mengenal ( baca mengilmui ) amalan-amalan yang disyariatkan dalam agama agar kita lebih maksimal dalam meraih kebaikan yang ada di dalamnya.

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah, Alloh mewajibkan puasa atas kalian, pada saat itu pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka Jahim ditutup, setan-setan dibelenggu padanya Alloh memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya maka dia benar-benar tidak mendapatkannya.” HR. An-Nasaa-ie dalam sunannya no. 2105 dinilai shohieh oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohiehul Jaami’ no. 55 dan Shohieh lighoirihi dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 999

Saudaraku, berikut berbagai amalan di bulan Romadhon yang seharusnya tidak disia-siakan oleh seorang mu’min. Semoga Alloh menjadikan risalah ini bermanfaat dan memudahkan kita semua untuk mengamalkannya, aamien.

Pertama, berpuasa dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : "Barangsiapa yang berpuasa Romadhon karena iman dan mengharapkan pahala dari Alloh niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni Alloh Ta’aala” ( HSR. Bukhori dan Muslim )

Dan jangan lupa untuk berniat puasa dalam hati ( tidak melafazhkannya dengan lisan seperti ucapan nawaitu shouma ghoddin..dst sebab tidak ada contohnya dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya rodhiyallohu ‘anhum. Jika perkara ini –melafazhkan niat puasa romadhon- disyari’atkan dan baik dalam pandangan Islam niscaya mereka akan mencontohkannya kepada kita ) di malamnya, bersahur dan mengakhirkan waktu sahurnya, dan menyegerakan berbuka pada waktunya.

Jauhi perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa seperti makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja berjima’ ( berhubungan badan suami-istri ) di siang hari Romadhon, dan pembatal-pembatal lainnya. Dan jauhi pula perkara-perkara yang bisa merusak nilai puasa seperti ucapan dan perbuatan dusta, permbicaraan yang tidak bermanfaat serta kata-kata kotor

Kedua, qiyaamu romadhon ( sholat tarawih ) bersama Jamaa’ah.

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkan sholat malam di bulan Romadhon ( tarawih ) tetapi beliau tidak mewajibkannya. Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa yang mengerjakan sholat sunnah pada malam bulan Romadhon karena iman dan mengharapkan pahala dari Alloh niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni Alloh Ta’aala ." ( HSR. Muslim )

Ketiga, membaca Al Qur'an

Dari Abdulloh bin Mas'ud rodhiyallohu ‘anhu dia berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa membaca satu huruf Al Qur'an maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan, Alif Laam Miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan mim satu huruf." ( HR. Tirmidzi dalam sunannya dishohiehkan Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 1416 )

Keempat, memperbanyak dzikir, doa dan istighfar

Saudaraku, amalkanlah do’a dan dzikir yang bersumber dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam seperti dzikir sesudah sholat wajib, doa dan dzikir pagi dan petang, doa masuk dan keluar masjid, dan sebagainya. Perbanyak pula istighfar dan taubat kepada Alloh agar kita mendapatkan ampunan dan kemuliaan dan agar kita semakin jauh dari dosa dan pelanggaran. Tidakkah kita ingin melihat catatan amal kita menyenangkan?

عَنِ الزُّبَيْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيْفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيْهَا مِنَ اْلاِسْتِغْفَارِ

Dari az-Zubair rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang ingin catatan amalnya menyenangkannya maka perbanyaklah di dalamnya istighfar.” HR. al-Baihaqie dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 1619.

Kelima, banyak bersedekah/berinfak dan berbuat baik lainnya

Termasuk kebaikan yang tidak boleh disia-siakan adalah memberi makan untuk orang-orang yang akan berbuka puasa.

Dari Zaid bin Kholid al-Juhaniy rodhiyallohu ‘anhu ia berkata : Rosululloh shollalloh ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang memberi makan berbuka untuk orang yang berpuasa maka dia mendapatkan seperti pahalanya namun itu tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” HR. Tirmidzi dalam sunannya no. 812 dishohiehkan oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 1078

Bagi yang mendapatkan kebaikan dari saudaranya janganlah kikir atau lalai untuk mendoakan kebaikan mereka. Di antara doa yang diajarkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk orang yang memberikan jamuan makan adalah sebagai berikut :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِى مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ ».

“Ya Alloh berkahilah untuk mereka apa yang telah Engkau rizkikan kepada mereka, ampunilah dan rahmatilah mereka.”

HSR. Muslim dalam shohiehnya no. 5449 dengan diringkas dari Abdulloh bin Busr rodhiyallohu ‘anhu z.

Keenam, melakukan 'umroh

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما – قَالَ، قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى »

Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : "Umroh pada bulan Romadhon pahalanya sama dengan haji bersamaku" ( HSR. Bukhori dan Muslim )

Ketujuh, mencari lailatul qodar di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon terutama di malam-malam yang ganjil.

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Barangsiapa sholat pada malam lailatul qodar karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni doso-dosanya yang telah lalu.” HSR. Bukhori dalam shohiehnya no. 1901

Dan hendaklah di malam tersebut kita berdoa dengan doa yang diajarkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha :

Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, ia berkata : Aku bertanya, Wahai Rosululloh, bagaimana pendapatmu jika aku mengetahui Lailatul Qodar. Apa yang harus aku ucapkan? Beliau bersabda, ‘Ucapkanlah :

اللّهُـمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

“Ya Alloh Engkaulah Yang Maha Pemaaf yang mencintai kemaafan maka maafkanlah aku.’” HR. Tirmidzi dan al-Hakim dishohiehkan oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no.3391

Kedelapan, i'tikaaf

Dari 'Aisyah rodhiyallohu ‘anha, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam senantiasa ber-I'tikaf pada sepuluh terakhir di bulan Romadhon hingga beliau meninggal. Setelah beliau wafat, istri-istri beliau meneruskan kebiasaan I'tikaaf tersebut. ( HSR. Bukhori dan Muslim )

Kesembilan, menunaikan zakat fithri dan maal.

Saudaraku, tunaikanlah kewajiban yang Alloh tetapkan atas harta kita. Keluarkanlah zakatnya dan janganlah menunda-nunda atau menahan-nahannya. Takutlah kepada Alloh, wahai saudara-saudaraku.

Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang apa yang kamu simpan itu." ( QS. At Taubah ; 9 : 35 )

Begitu juga, dengan zakat fithri. Keluarkanlah pada waktunya dalam bentuk bahan pokok dan bukan harganya. Kecuali yang melalui amil zakat maka ia boleh mengeluarkan senilai harganya yang kemudian akan disalurkan Amil Zakat kepada mustahik dalam bentuk bahan pokok.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

Dan dari Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma ia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri itu sebagai pembersih bagi orang yang sedang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan omongan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Karena itu barangsiapa yang mengeluarkan zakat fithri sebelum sholat ied maka ia adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang mengeluarkannya sesudah sholat ied, maka zakat tersebut adalah salah satu shodaqoh biasa. " ( HHR. Abu Dawud dan Ibnu Majah )

Kesepuluh, tetap menjaga amalan-amalan wajib lainnya seperti bertauhid dan menjauhi syirik, berpegang teguh dengan sunnah dan menjauhi bid’ah, sholat lima waktu sehari semalam, memakai jilbab syar’ie bagi muslimah dan kewajiban lainnya.

Saudaraku, demikian dapat disampaikan. Semoga Alloh memperbaiki keadaan kita semua dan menjadikan kita termasuk orang-orang sholih yang akan memasuki surga-Nya kelak, aamien.

Disusun oleh Ibnu Mukhtar –Seorang hamba yang sangat berharap rahmat dan ampunan Allah dan kebaikan untuk seluruh kaum muslimin-

banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: