ISO 9001



Konsultan ISO - ISO 9001 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kualitas. ISO 9001 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu Sistem Manajemen Kualitas, yang bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memberikan produk (barang dan atau jasa) yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Persyaratan-persyaratan yang ditetapkan ini dapat merupakan kebutuhan spesifik dari pelanggan, di mana organisasi yang dikontrak itu bertanggungjawab untuk menjamin kualitas dari produk-produk tertentu, atau merupakan kebutuhan dari pasar tertentu, sebagaimana ditentukan oleh organisasi.

ISO 9001 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh produk (barang dan/atau jasa). Tidak ada kriteria penerimaan produk dalan ISO 9001, sehingga kita tidak dapat menginspeksi suatu produk terhadap standar-standar produk.

ISO 9001 hanya merupakan standar Sistem Manajemen Kualitas. Dengan demikian apabila ada perusahaan yang mengiklankan bahwa produknya telah memenuhi standar internasional, merupakan hal yang salah dan keliru, karena seyogianya manajemen perusahaan hanya boleh menyatakan bahwa Sistem Manajemen Kualitasnya yang telah memenuhi stnadar Internasional, bukan produk berstandar internasional, karena tidak ada kriteria pengujian produk dalam ISO 9001. Bagaimanapun diharapkan meskipun tidak selelu,  bahwa produk yang dihasilkan dari suatu Sistem Manajemen Kualitas Internasional akan berkualitas baik (standar).

Persyaratan-persyaratan dan rekomendasi dalam ISO 9001 diterapkan pada manajemen organisasi yang memasok produk, sehingga akan mempengaruhi bagaimana produk itu didesain, diproduksi, dirakit, ditawarkan, dan lain-lain.

Delapan Prinsip Sistem Manajemen Kualitas Berdasarkan ISO 9001
Sistem Manajemen Kualitas Internasional ISO 9001 disusun berlandaskan pada delapan prinsisp manajemen kualitas. Prinsip-prinsip ini dapat digunakan oleh manajemen senior sebagai suatu kerangka kerja (framework) yang membimbing organisasi menuju peningkatan kinerja. Prinsip-prinsip ini diturunkan dari pengalaman kolektif dan pengetahuan dari ahli-ahli internasional yang berpartisipasi dalam komite teknik ISO/TC 176, yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mempertahankan standar-standar ISO 9001.

Delapan prinsip manajemen kualitas yang menjadi landasan penyusunan ISO 9001 itu adalah :
  • Prinsip 1 : Fokus Pelanggan
  • Prinsip 2 : Kepemimpianan
  • Prinsip 3 : Keterlibatan Orang
  • Prinsip 4 : Pendekatan Proses
  • Prinsip 5 : Pendekatan Sistem terhadap Manajemen
  • Prinsip 6 : Peningkatan Terus-Menerus
  • Prinsip 7 : Pendekatan Faktual dalam Pembuatan Keputusan
  • Prinsip 8 : Hubungan Pemasok yang Saling menguntungkan
Persyaratan-Persyaratan Standar dari Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001
Oleh karena Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 merupakan Sistem Manajemen Kualitas yang berfokus pada proses dan pelanggan, maka pemahaman terhadap persyaratan-persyaratan standar dari ISO 9001 ini akan membantu manajemen organisasi dalam menetapkan dan mengembangkan Sistem Manajemen Kualaitas secara sistematik untuk memenuhi kepuasan pelanggan (customers satisfaction) dan peningkatan proses terus menerus (continual processes improvement). Interpretasi terhadap persyaratan standar ISO 9001 ini dilakukan berdasarkan pemahaman penulis serta pengalamannya ketika menetapkan Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 pada beberapa perusahaan industry di Indonesia.

Lima bagian utama yang menjabarkan system manajemen organisasi,
  1. Sistem Manajemen Kualitas
  2. Tanggung Jawab Manajemen
  3. Manajemen Sumber Daya
  4. Realisasi Produk
  5. Pengukuran, Analisa dan Peningkatan

Audit Mandiri ISO 9001
Petunjuk Untuk Penggunaan Daftar Perikas Sistem Manajemen Kualiatas ISO 9001
- Daftar Periksa (checklist) ini disusun berdasarkan persyaratan-persyaratan untuk Sistem Manajemen Kualiatas ISO 9001.
- Daftar perikasa ini harus digunakan oleh auditor yang terlatih dan berpengalaman untuk menilai atau mengevaluasi Persyaratan-persyaratan Sistem manajemen Kualitas berdasarkan ISO 9001.
- Auditor diharapkan menggunakan pertimbangan yang lebih luas dan oleh karena itu harus bersikap hati-hati dan berpikir sebelum menetapkan “ketidaksesuaian” terhadap persyaratan-persyaratan. Bukti-bukti untuk menunjukkan komitmen manajemen puncak dan tindakan-tindakan manajemen kualitas harus diperiksa.
- Auditor harus memperhatikan tetntang aplikasi yang menyatakan ruang lingkup penerapan Sistem manajemen Kualitas ISO 9001. Apabila ada persyaratan dari Standar Internasional.

Team Global Konsultan
www.globalkonsultan.com

ISO 14001


Konsultan ISO 14001 - ISO 14001 merupakan Standar Internasional untuk system manajemen lingkungan, yang memungkinkan organisasi mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan tujuan-tujuan yang berkaitan dengan system manajemen lingkungan. Tujuan dari Standar Internasional ISo 14001 adalah membantu semua jenis organisasi untuk melindungi lingkungan, untuk mencegah polusi, dan untuk meningkatkan kinerja lingkungan organisasi.

Persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan
Organisasi HARUS menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan, memelihara dan meningkatkan terus menerus system manajemen lingkungan sesuai dengan persyaratan Standar Internasional ini dan menentukan bagaimana organisasi akan memenuhi persyaratan.
Organisasi HARUS menetapkan dan mendokumentasikan lingkup system manajemen lingkungannya.

Kebijakan Lingkungan
Manajemen puncak Harus menetapkan kebijakan lingkungan organisasi dan menjamin bahwa dalam lingkup system manajemen lingkungan yang ditetapkan, adalah :
- Sesuai dengan sifat, skala dan dampak lingkungan dari aktivitasnya, produk dan jasa
- Mencakup komitmen pada perbaikan atau peningkatan terus menerus dan pencegahan polusi
- Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan hokum yang berlaku
- Memberikan kerangka kerja untuk menetapkan dan mengkaji tujuan-tujuan dan target lingkungan
- Didokumentasikan, diimplementasikan dan dipelihara
- Dikomunikasikan kepada semua orang yang bekerja untuk atau atas nama organisasi
- Tersedia untuk umum (publik)

Perencanaan
Aspek Lingkungan
Organisasi HARUS menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur-prosedur untuk:
- Mengidentifikasi aspek lingkungan dari aktivitas-aktivitasnya, produk dan jasa dalam lingkungan system manajemen lingkungan yang dapat dikendalikan dan yang dapat dipengaruhi dengan mempertimbangkan yang direncanakan atau baru, atau aktivitas-aktivitas baru atau yang dimodifikasi, produk-produk dan jasa-jasa
- Menentukan aspek-aspek yang memiliki atau dapat memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan ,

Team Global Konsultan
www.globalkonsultan.com

OHSAS 18001



Konsultan ISO - Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001 merupakan Standar Internasional untuk system manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), yang memungkinkan organisasi mengendalikan risiko-risiko yang berkaitan dengan K3 serta meningkatkan kinerja K3.

Standar OHSAS 18001 didasrkan pada metodologi peningkatan terus-menerus yang dikenal sebagai Plan-Do-Check-Act (PDCA). PDCA dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :
- Rencanakan (Plan): tetapkan tujuan-tujuan dan proses-proses yang diperlukan untuk memberikan hasil sesuai dengan kebijakan K3 (OH&S) organisasi
- Laksanakan (Do): implementasi proses-proses.
- Perikasa (Check): memonitor dan mengukur proses-proses terhadap kebijakan K3 (OH&S), tujuan-tujuan, persyaratan hokum dan persyaratan lainnya, dan melaporkan hasil-hasil.
- Tindakan (Act): melakukan tindakan untuk meningkatkan terus-menerus kinerja K3 (OH&S).
Banyak organisasi mengelola operasi mereka melalui penerapan system proses dan interaksinya, yang dapat disebut sebagai “pendekatan proses”. ISO 9001 mempromosikan penggunaan pendekatan proses. Karena PDCA dapat diterapkan pada semua proses, kedua metodologi dianggap kompatibel. Dengan demikian ISo 9001 diintegrasikan dengan OHSAS 18001.

Standar OHSAS 18001 dapat diterapkan pada organisasi apa saja yang bermaksud untuk:
- Menetapkan system manajemen K3 (OH&S) yang menghilangkan atau meminimumkan risiko terhadap personel dan pihak-pihak lain yang berkepentingan yang dapat terpapar (eksposed) berkaitan dengan bahaya-bahaya K3 (OH&S) dalam aktivitas mereka.
- Menerapkan, memelihara, dan meningkatkan terus-menerus system manajemen K3 (OH&S) yang dinyatakan.
- Menunjukkan kesesuaian dengan Standar OHSAS 18001 melalui:
o Membuat suatu penetapan mandiri dan deklarasi mandiri
o Mencari konfirmasi terhadap kesesuain melalui pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap organisasi, seperti pelanggan,
o Mencari konfirmasi dari deklarasi mandiri melalui pihak-pihak eksternal dari organisasi
o Mencari sertifikasi/registrasi terhadap system manajemen K3 (OH&S) oleh organisasi eksternal.

Semua persyaratan dalam Standar OHSAS 18001 dimaksudkan untuk menjadi referensi bagi system manajemen K3 (OH&S). Perluasan dari aplikasi akan tergantung pada factor-faktor seperti kebijakan K3 (OH&S) dari organisasi, keadaan aktivitas, risiko-risko dan kompleksitas operasional.

Standar OHSAS 18001 hanya diperuntukkan bagi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), dan tidak dimaksudkan untuk Kesehatan dan Keselamatan yang lain, seperti: kesejahteraan karyawan/program-program kesejahteraan, keamanan produk, kerusakan property, atau dampak lingkungan.

Audit Mandiri OHSAS 18001
Petunjuk Untuk Penggunaan Daftar Periksa Sistem Manajemen OHSAS 18001
- Daftar perikasa (checklist) ini disusun berdasarkan persyaratan-persyaratan untuk Sistem Manajemen OHSAS 18001.
- Daftar periksa ini harus digunakan oleh auditor yang terlatih dan berpengalaman untuk menilai atau mengevaluasi Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen K3 berdasarkan OHSAS 18001.
- Auditor diharapkan menggunakan pertimbangan yang lebih luas dan oleh karena itu harus bersikap hati-hati dan berpikir sebelum menetapkan “ketidaksesuaian” terhadap persyaratan-persyaratan. Bukti-bukti untuk menunjukkan komitmen manajemen puncak dan tindakan-tindakan manajemen K3 harus dipriksa.

Tem Global Konsultan
www.globalkonsultan.com