7 Fakta Menarik Duet Nokia dan Microsoft

Jakarta - Dalam upaya mempertahankan posisi sebagai raja ponsel, Nokia memilih Windows Phone 7 (WP 7) sebagai OS utamanya. Apa saja konsekuensi dalam kesepakatan ini? Berikut 7 rangkuman mengenai duet Microsoft dan Nokia, dilansir Times of India dan dikutip detikINET, Senin (14/2/2011):


1. Nokia dan Microsoft Mengkombinasikan Aset

Nokia dan Microsoft mengkombinasikan aset untuk mengembangkan dan memasarkan produk mobile. Nokia membayar lisensi pemakaian WP 7. Sebagai imbalan, Microsoft berinvestasi dalam marketing dan pengembangan ponsel. Kesepakatan lisensi dinilai ruwet karena beberapa teknologi Nokia akan dibenamkan di WP 7, seperti fitur navigasi dan peta.


2. Pertukaran Teknologi

Nokia memberikan mereknya yang lebih unggul di dunia smartphone, perangkat ponsel, toko aplikasi yang dibenamkan di Windows Phone 7 Marketplace dan teknologi peta. Sedangkan Microsoft berkontribusi dalam software Windows Phone 7, Bing, Xbox Live serta software Office.


3. Nokia Membuat Dua Divisi Pengembangan Ponsel

Bersamaan dengan pengumuman memakai WP 7, Nokia menyatakan akan membuat dua unit khusus pengembangan ponsel. Dua unit dimaksud yakni divisi Smart Devices yang kini dipimpin Jo Harlow, dan divisi Mobile Phones.


4. Symbian dan MeeGo Belum Disingkirkan

Kedatangan Windows Phone 7 belum akan menyingkirkan OS asli Nokia, yaitu Symbian dan MeeGo. Namun demikian, keduanya hanya jadi pelengkap karena WP 7 adalah OS utama Nokia untuk produk smartphonenya.


5. Nokia Memangkas Anggaran Penelitian dan Pengembangan

Nokia berniat memangkas anggaran bidang penelitian dan pengembangan. CEO Nokia, Stephen Elop, menyatakan bahwa dana divisi ini empat kali lebih banyak daripada yang dikeluarkan Apple dan sebagian besar diarahkan untuk Symbian. Dengan WP 7 jadi platform utama, pemangkasan anggaran dalam bidang ini adalah wajar.


6. Nokia akan Melakukan PHK

Nokia menyatakan akan ada pemangkasan jumlah pekerja di Nokia, yang bakal dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk Finlandia. Namun CEO Nokia, Stephen Elop, belum memastikan seberapa banyak karyawan yang di-PHK dan di bagian apa saja.


7. Nokia Urung Pilih Android

Stephen Elop mengaku telah melakukan diskusi intensif dengan Google soal adopsi Android. Pada akhirnya Nokia menilai akan kesulitan membedakan produknya dari pabrikan Android lainnya yang sudah malang melintang. Di sisi lain, Google juga kuat di bidang layanan peta dan Nokia tak ingin layanan Ovi Maps diabaikan. Akibatnya, Nokia pun batal adopsi Android. ( fyk / rns )



Sumber : www.detik.com

banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: