Pengambilan Keputusan dalam Statistik

1. Pengambilan Keputusan
(Konsep Dasar) Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh populasi.

Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematika untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.

Statistika inferensial merupakan permodelan data yang dapat melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya.

2. Elemen Statistik Yang Dipakai Dalam Pengambilan Keputusan
2.1 Statistik Induktif – Inferensi
Inferensi adalah suatu pernyataan mengenai suatu populasi yang didasarkan pada informasi dari sampel random yang diambil dari populasi tersebut, atau dalam pengertian lain statistik inferensi pada dasarnya ialah suatu keputusan, perkiraan atau generalisasi tentang suatu populasi berdasarkan informasi yang terkandung dari suatu sampel.

2.2 Populasi
Populasi adalah, sebagai sekumpulan data yang mengidentifikasi suatu fenomena.
Contoh :
- Semua pekerja di seluruh Indonesia
- Semua mahasiswa di Jakarta
Populasi lebih bergantung pada kegunaan dan relevansi data yang dikumpulkan.

2.3 Sampel
Sampel adalah, sebagai sekumpulan data yang diambil atau diseleksi dari suatu populasi.
Contoh : Populasi = Seluruh mahasiswa di Jakarta, Sampel = Mahasiswa semeter 8 jurusan SI
Sampel pada dasarnya adalah, bagian dari populasi

2.4 Variabel
Dalam melakukan inferensi terhadap populasi, tidak semua ciri populasi harus diketahui, hanya satu atau beberapa karakteristik populasi yang perlu diketahui, yang disebut sebagai variable.
Variabel adalah sebuah simbol, yang dapat menyandang setiap nilai dari suatu himpunan nilai yang disebut sebagai domain dari variabel tersebut.

2.5 Hipotesa Statistik : (Konsep Umum)
Hipotesa statistik adalah sebuah klaim/pernyataan atau conjecture tentang populasi.
Contoh masalah yang akan dijawab dengan hipotesa statistik :
1. Apakah merokok menaikkan resiko kanker?
2. Apakah tipe darah ada hubungannya dengan berat badan?
3. Berapa persen pemilih yg akan memilih calon X sebagai presiden?
Benar atau tidaknya sebuah hipotesa statistik secara mutlak hanya akan diperoleh bilamana seluruh populasi dipelajari. Hal ini sulit atau tidak mungkin pada banyak kasus. Sehingga diambil sampel saja, berdasarkan data dari sampel kemudian diambil keputusan untuk menerima atau menolak hipotesa tentang populasi.

2.6 Variansi
variansi merupakan alat yang digunakan untuk mengevaluasi kebaikan model regresi. model regresi yang baik, salah satunya ditandai oleh tingginya koefisien determinasi, dinotasikan R2 atau R2adj, yang dapat dihasilkan oleh tabel analisis variansi.

banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: