Memburu Lailatul Qodar

Saudaraku, ketahuilah bahwa “Lailatul Qodar” adalah malam teristimewa dalam bulan Romadhon. Beribadah pada saat itu, lebih baik daripada beribadah seribu bulan di bulan lainnya. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh kebijaksanaan. Berbahagialah hamba-hamba Alloh yang mendapatkan kemudahan untuk meraih keutamaan beribadah di malam itu. Dan merugilah mereka yang melewati malam itu dengan kesibukan-kesibukan yang melalaikan dan mengeraskan hati seperti menghabiskan malam dengan menonton televisi, mengunjungi tempat-tempat perbelanjaan dan hiburan, dan sebagainya.

Saudaraku, tidakkah kita ingin menauladani Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ? Sungguh, beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah hamba Alloh yang paling takut kepada Alloh Subhaanahu wa Ta’aala dan paling mengetahui bagaimana meraih ridho Alloh dan kecintaan-Nya. Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon semakin bersemangat dalam mendekatkan dirinya kepada Alloh I. Beliau pun menyemangati keluarga dan para sahabatnya untuk mengikuti jejak beliau dalam mencari lailatul qodar.

عَنْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha , dia berkata : “Adalah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki sepuluh hari terakhir dari Romadhon, beliau menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya, beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan kain sarungnya.” HSR. Bukhori dan Muslim, dan ini lafazh dalam shohih Muslim

عَنْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ


Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata ; bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Carilah lailatul qodar itu pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon.” HSR. Bukhori

Jika kita termasuk orang yang lemah sehingga tidak mampu menggapai sepuluh hari terakhir di bulan Romadhon, hendaklah tetap berusaha untuk mengejar tujuh malam lainnya. Dari Abdulloh bin ‘Umar rodhiyallohu ‘anhuma , beliau berkata

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ - يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى ».


Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Carilah Lailatul Qodar itu pada sepuluh hari terakhir di bulan Romadhon. Jika salah seorang dari kalian tidak mampu atau merasa lemah maka janganlah ia terkalahkan untuk mencari pada tujuh hari lainnya.” HSR. Muslim

Lalu bagaimana tanda-tanda Lailatul Qodar?
Saudaraku, sungguh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada umatnya tanda-tanda Lailatul Qodar dalam berbagai sabdanya.

Pertama, ia terdapat pada sepuluh terakhir di bulan Romadhon.

Kedua, ia terdapat pada malam yang ganjil dari sepuluh hari terakhir Romadhon.

Ketiga, Alloh Ta’aala memperlihatkan Lailatul Qodar dengan tanda-tanda alam yang dapat dikenali oleh seorang mu’min yang pernah mendengar sabda Rosululloh ` berikut.

لَيْلَةُ القَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلِقَةٌ, لاَ حَارَةٌ وَ لاَ بَارِدَةٌ, تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةً حَمْرَاءَ

“Lailatul Qodar merupakan malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak panas dan tidak dingin. Matahari di pagi harinya menjadi lemah lagi tampak kemerah-merahan.” ( HR. Ath-Thoyalisi, Ibnu khuzaimah, Al Bazzar dari Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma dengan sanad hasan )

Dari Ubay bin Ka’ab, dia bercerita bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صَبِيحَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ تَطْلُعُ الشَّمْسُ لاَ شُعَاعَ لَهَا، كَأَنَّهَا طَسْتٌ حَتَّى تَرْتَفِعَ

“Pagi hari setelah lailatul qodar, matahari terbit tanpa sinar, seakan-akan bejana hingga ia meninggi.’ HSR. Ahmad dan Muslim. Dishohihkan Syaikh al-Albani dalam Shohiehul Jaami’ no. 3754

Maka barangsiapa yang mendapati malam itu hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam beribadah dan berdoa.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu , dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Barangsiapa yang menegakkan sholat ( tarawih ) pada malam Lailatul Qodar karena iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” HSR. Bukhori dan Muslim

Beribadahlah dengan apa-apa yang dicontohkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam seperti membaca Al –Qur’an, qiyamu romadhon ( sholat tarawih ), banyak bertaubat dan beristighfar, bershodaqoh dan berbagai amalan yang ada dalilnya dari sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Jauhilah berbagai amalan-amalan yang tidak diajarkan beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam semisal do’a dan dzikir berjamaa’ah ( lihat http://ustadzaris.com/sanggahan-untuk-amalan-dzikir-berjamaah; http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=157 ), . Pegang teguhlah sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Jauhilah perbuatan bid’ah dalam agama apapun bentuknya. Lakukanlah itu semua karena Alloh Ta’aala dan bukan karena untuk meraih sebutan indah di sisi manusia. Ingatlah keridhoan Alloh Ta’aala dan ganjaran pahala yang disiapkan-Nya itulah tujuan segala amalan kita.

Hudzaifah bin al-Yaman rodhiyallohu ‘anhu berkata :

كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْ بِهَا أَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلم, فَلاَ تَتَعَبَدُوْا بِهَا, فَإِنَّ الْأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلْآخِرِ مَقَالاً, فَاتَّقُوْا اللهَ يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ خُذُوْا طَرِيْقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

“Setiap ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh Sahabat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagai ibadah, maka janganlah kamu lakukan! Karena generasi pertama itu tidak memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk berpendapat dalam masalah agama. Bertakwalah kepada Alloh wahai para Qurro ( ahlul Qur’an ) dan ambilah jalan orang-orang sebelum kamu! ( Lihat Ibnu Baththoh dalam al-Ibanah )

Fudhoil ibn Iyadh rohimahulloh mengatakan :

" إن العمل إذا كان خالصا ولم يكن صوابا لم يقبل، وإذا كان صوابا ولم يكن خالصا لم يقبل حتى يكون خالصا صوابا، والخالص ما كان لله، والصواب ما كان على السنة "

“Sesungguhnya amalan jika dilakukan dengan ikhlas tapi tidak benar maka amalan tersebut tidak diterima. Dan jika dilakukan dengan benar tapi tidak ikhlas maka ia pun tidak diterima hingga amalan itu dilakukan dengan ikhlas dan benar. Ikhlash apa yang dilakukan karena Alloh dan benar itu adalah amalan tersebut sesuai sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Kitab Ushulul Iman fie Dhouil Kitab was Sunnah hal. 36

Dan hendaklah kita banyak berdoa dengan do’a berikut :

اللَّـهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

“Ya Alloh, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf, menyukai maaf maka berilah maaf kepadaku.” HSR. Tirmidzi dishohihkan Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Misykatul Mashobih no. 2091

Dan perlu diwaspadai pula adanya sebahagian orang yang mengaku-ngaku telah meraih keutamaan Lalilatul Qodar. Mereka membuat-buat semacam alamat atau tanda bagi orang yang mendapatkan malam mulia itu seperti pada malam itu badan bergetar hebat bahkan sampai berkeringat setelah itu ia bisa melihat perkara ghoib dan meramal nasib masa depan; atau tiba-tiba ada sebuah bisikan yang mengatakan, ‘Kamu adalah orang beruntung. Kamu telah mendapat kemuliaan malam ini. Silahkan berbuat sesukamu, sungguh kamu telah diampuni.’, dan berbagai kedustaan lain.

Saudaraku, demikian dapat disampaikan. Semoga Alloh Ta’aala membimbing kita semua kepada ucapan dan pebuatan yang mendatangkan keridhoan Alloh dan kecintaan-Nya. Dan mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang meraih kemuliaan dan keutamaan Lailatul Qodar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Aamien.

Dikutip dari Buletin Dakwah Islam Sabilul Mu'minin No. 34 Tahun Ke V Tgl. 21 Romadhon 1430 H / 11 September 2009 H dengan sedikit penambahan.

Jalan Menuju Kebahagiaan

Saudaraku, sesungguhnya kelegaan hati, ketentraman dan kegembiraannya serta hilangnya kesedihan dan kesusahannya merupakan perkara penting yang dicari setiap manusia. Dengan semua itu terwujudlah kehidupan yang baik dan kebahagiaan menjadi sempurna.

Harta berlimpah, anak banyak, rumah dan taman yang indah, dan berbagai kenikmatan dunia lainnya tidaklah akan bermanfaat bagi seseorang jika hatinya penuh dengan kekacauan, kegelisahan dan kesedihan. Betapa banyak, orang yang dipandang mapan ekonominya, cantik istrinya dan memiliki banyak fasilitas dunia,

malah tidak merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam hatinya. Akhirnya untuk menghilangkan kegersangan jiwanya, ia pun mencarinya dengan cara-cara yang dipandang baik oleh dirinya.

Ada yang mencarinya di diskotik-diskotik dan tempat karaoke. Ada yang mencarinya dengan mengkonsumsi obat penenang secara rutin. Ada yang dengan cara mengkonsumsi narkoba dan sex bebas. Ada pula yang rajin berkonsultasi kepada para dukun dan paranormal. Dan berbagai cara lainnya demi tercapainya hakekat ketenangan dan kebahagiaan hati. Namun semua itu tidaklah bisa menghilangkan rasa dahaga hatinya. Akhirnya banyak di antara mereka yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Sebaliknya, sulitnya mencari pekerjaan, sakit yang menimpa, tidak mempunyai anak dan berbagai kesempitan dunia lainnya tidaklah akan membahayakan agama dan kehormatannya jika Alloh Subhaanahu wa Ta’aala memenuhi hatinya dengan ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan. Betapa sering kita saksikan, seorang muslim yang hidupnya penuh dengan kesulitan dan kesempitan dunia namun ia tetap tersenyum, selalu bersemangat dan air mukanya jauh dari kesan sebagai orang susah. Apalagi jika ia termasuk orang yang selalu mengatasi kesusahannya bukan dengan cara mengemis-ngemis dan bergantung dengan belas kasih orang yang melihatnya. Maka makin sempurnalah kebahagiaan yang ada pada dirinya.


Lalu, bagaimana caranya agar ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan sejati dapat kita rasakan?

Saudaraku, jika kita mau memperhatikan Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam, niscaya kita akan mendapatkan jawabannya yang sempurna mengenai pertanyaan tersebut. Di antaranya sebagai berikut ;

Pertama, beriman dan beramal sholih.
Inilah sebab paling agung yang harus dipenuhi oleh mereka yang menghendaki keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat yang sesungguhnya. Alloh Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. ( QS. An Nahl ; 16 ; 97 )


Kedua, menjadikan aktifitas kehidupan di dunia sebagai bekal untuk keselamatan akhirat.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

...مَنْ كَانَ هَمُّهُ الْآخِرَةَ جَمَعَ اللَّهُ شَمْلَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُّنْيَا فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ

“…Barangsiapa yang keinginannya adalah negeri akhirat ( yakni mencari ridho Alloh dan surga-Nya, pen ) niscaya Alloh akan mengumpulkan kekuatannya, menjadikan kekayaan di hatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barangsiapa yang niyatnya untuk mencari dunia, Alloh akan mencerai-beraikan urusan dunianya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya ( tidak pernah merasa cukup dan meremehkan ni’mat Alloh, pen ) dan tidaklah ia mendapatkan dunia melainkan apa yang telah ditetapkan baginya.” ( HSR. Ahmad, ad-Darimi dan lafazh ini milik Ahmad. Lihat Silsilah Ahaaditsish Shohihah karya Syaikh al-Albani rohimahulloh no. 404 )


Ketiga, banyak mengingat Alloh ( dzikrulloh ) Subhaanahu wa Ta’ala.
Alloh berfirman :

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“ Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’d ; 13 : 28 )


Keempat, bersyukur ketika mendapatkan ni’mat dan bersabar ketika mendapat musibah.

عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ».

Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Sungguh mengagumkan perkara orang mu'min itu, sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidaklah dimiliki kecuali oleh orang yang beriman. Jika ia mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dia bersyukur, maka jadilah itu sebagai kebaikan baginya. Dan jika ia mendapatkan musibah, ia bersabar maka jadilah kesabaran itu sebagai kebaikan baginya." ( HSR. Muslim )

Kelima,melihat kondisi orang yang lebih susah dari kita.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ »

Dari Abu Huroiroh z dia mengatakan ; Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang ada di atas kalian. Yang demikian lebih patut bagi kamu untuk tidak meremehkan nikmat Alloh atas kamu.” ( HSR. Muslim )


Keenam, mendapat pasangan dan keturunan yang sholih.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Robb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami , dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ( QS. Al furqon ; 25 : 74 )

Ketujuh, menjauhi sumber-sumber fitnah.

عَنِ الْمِقْدَادِ بْنِ الأَسْوَدِ قَالَ ايْمُ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ وَلَمَنِ ابْتُلِىَ فَصَبَرَ فَوَاهًا ».


Dari al-Miqdad bin al-Aswad rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : “Demi Alloh, sungguh aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Orang yang berbahagia adalah orang yang benar-benar dijauhkan dari fitnah, “Orang yang berbahagia adalah orang yang benar-benar dijauhkan dari fitnah, “Orang yang berbahagia adalah orang yang benar-benar dijauhkan dari fitnah, dan orang yang diuji lalu ia benar-benar bersabar.” ( HR. Abu Dawud no. 4263 dan dishohihkan syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohihut Targhieb wat Tarhieb 2743 )


Kedelapan, berdo’a kepada Alloh agar mengilangkan kesedihan dari hatinya.
Saudaraku, banyak do’a dan dzikir yang dianjurkan dan dicontohkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika mengalami kesedihan, kesusahan dan kegundahan. Di antaranya :


Dari Abdulloh rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : Telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam : "Tidaklah seseorang pun ditimpa kesusahan dan kesedihan lalu berdo'a :

اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِى بِيَدِكَ مَاضٍ فِىَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِىَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِى وَنُورَ صَدْرِى وَجَلاَءَ حُزْنِى وَذَهَابَ هَمِّى.


“Ya Alloh! Sesungguhnya aku ada-lah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, ketetapan-Mu adil kepada diriku. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghoib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelipur kesedihanku dan dan pelenyap kesusahanku.”

Melainkan Alloh Ta’aala akan menghilangkan kesedihan dan kesusahannya, serta menggantikannya dengan kegembiraan. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ditanya, 'Ya Rosululloh tidakkah kita mempelajarinya?' Maka beliau bersabda : "Bahkan seharusnya orang yang telah mendengarnya supaya mempelajarinya." ( HR. Ahmad di shohihkan oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam ash-Shohihah no. 199 )


Kesembilan, mendapatkan syafa’at dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لاَ يَسْأَلَنِى عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ ، لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ »

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata ; Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ditanya, ‘Ya Rosululloh, siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa’atmu di hari kiamat kelak?’ Beliau berkata : “Sungguh aku telah menduga-wahai Abu Horoiroh-, tidak ada seorang pun yang bertanya kepadaku tentang hadits ini kecuali engkau. Di mana aku telah melihat kesungguhanmu dalam hadits. Manusia yang paling berbahagia dengan syafaatku pada hari kiamat kelak adalah orang yang menyatakan Laa ilaaha illalloh karena ikhlas dari hatinya atau dirinya.” ( HSR. Bukhori )


Kesepuluh, zuhud dengan dunia dan merasa cukup dengan pemberian Alloh Subhaanahu wa Ta’aala ( qona’ah )
Saudaraku, demikian di antara jalan menggapai ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan sejati. Masih banyak yang belum tersebut di sini. Walau demikian, semoga yang singkat ini tetap banyak manfaatnya. Dan pada akhirnya semoga Alloh Subhaanahu wa Ta’aala menjadikan kita semua sebagai hamba-hambaNya yang mendapatkan kebahagiaan dunia dan di akhirat kelak. Aamien.

Ya Alloh..kami memohon dengan nama-namaMu yang Maha Indah dan sifat-sifatMu yang Maha Mulia agar Engkau jadikan kami termasuk orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat kelak..Bimbinglah kami kepada ucapan dan amalan yang Engkau cintai dan ridhoi..Mudahkanlah segala urusan kami dan wafatkanlah kami di atas amal sholih yang akan membahagiakan kami di alam kubur dan hari penghisaban kelak. Aamien..aamien..aamien

Ditulis kembali oleh seorang hamba yang sangat membutuhkan rahmat dan ampunan Alloh
di Bumi Alloh, 21 Romadhon 1431 H / 31 Agustus 2010

-Dedy Junaedy-

Makam Rasulullah SAW

= MAKAM RASULULLAH SAW =

~ "Ummatii, ummatii, ummatiii?"~

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,"Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.

Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:

'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan

Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin... . Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih ramai yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.

Tegar di Zaman Fitnah



Saudaraku, -semoga Alloh merohmati kita semua, aamien- marilah kita buka mata kepala dan hati kita dengan baik, perhatikanlah apa yang terjadi di sekeliling kita. Bukankah apa-apa yang pernah disampaikan Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- di kala beliau hidup sudah dapat kita lihat dan kita rasakan? Renungilah apa yang beliau ` kabarkan sebagai berikut :


Pertama, tibanya masa-masa penuh tipu daya.
Dari Abu Hurairoh –rodhiyallohu ‘anhu- telah berkata, ; telah bersabda Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- : "Akan datang suatu masa yang penuh tipu daya dimana para pendusta dibenarkan, orang-orang jujur didustakan, para penghianat diberi amanat dan orang-orang yang amanat dianggap penghianat. Dan dimasa itu Ruwaibidhoh berbicara. Lalu dikatakan, siapakah ruwaibidhoh itu? Beliau menjawab : orang bodoh berbicara tentang urusan yang umum ( persoalan umat, pen ). HR. Ibnu Majah lihat Silsilah Ahaaditsish Shohihah karya Syaikh Muhammad Naashiruddien al-Albani –rohimahulloh- jilid 4 hal. 508-509 no. 1887.


Kedua, ajaran islam yang bersih dari campuran syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya menjadi perkara yang asing di kalangan manusia kecuali mereka yang dirohmati Alloh .

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ n بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Dari Abu Huroiroh –rodhiyallohu ‘anhu-, dia berkata : Telah bersabda Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- : “Islam itu pada mulanya adalah asing dan ia akan kembali menjadi asing seperti permulaannya, maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” HSR. Muslim dalam shohihnya


Ketiga, banyaknya perselisihan di kalangan umat.
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : “..Maka barangsiapa diantara kalian yang hidup sepeninggalku nanti niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para kholifah sepeninggalku, peganglah sunnah itu dan gigitlah ia dengan gerahammu dan hati-hatilah dengan urusan yang diada-adakan dalam agama ini karena sesungguhnya setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan” HSR. Abu Dawud dengan diringkas


Keempat, munculnya para penguasa yang tidak mengambil petunjuk beliau -shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan tidak berpegang teguh dengan sunnahnya
Dari Jabir bin Abdulloh –rodhiyallohu ‘anhu- bahwasanya Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada Ka’ab bin ‘Ujroh –rodhiyallohu ‘anhu- : “Semoga Alloh melindungi kamu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh.” dia berkata : “Apakah pemerintahan orang-orang yang bodoh itu?” Beliau -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : “Yaitu para penguasa yang akan ada sepeninggalku nanti; mereka tidak mengikuti petunjukku dan tidak mengambil sunnahku. Maka barangsiapa yang membenarkan kedustaan mereka dan menolong kezholiman mereka maka mereka bukanlah dari golonganku dan aku bukanlah golongan mereka dan mereka tidak akan dibawa ke telagaku pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak menolong kezholiman mereka maka mereka itu golonganku dan aku dari golongan mereka dan mereka akan dibawa ke telagaku. ( HR. Ahmad dalam musnadnya. Dinilai hasan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i –rohimahulloh- dalam Shohihul Musnad 1/176-177 dan Jaami’us Shohih 3/495-496 )


Kelima, diangkatnya ilmu, turunnya kebodohan dan banyaknya pembunuhan.
Dari Abu Wail, ia berkata : Aku duduk di sisi Abdulloh bin Mas’ud an Abu Musa –rodhiyallohu ‘anhuma- keduanya berkata : Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : “Sesungguhnya menjelang hari kiamat terdapat hari-hari diangkatnya ilmu, diturunkannya kejahilan ( kebodohan ) dan banyaknya al-Harju yakni pembunuhan.” HSR. Bukhori dan Muslim


Keenam, banyaknya manusia yang sudah tidak memperhatikan halal dan harom lagi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dari Abu Huroiroh –rodhiyallohu ‘anhu-, dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- beliau bersabda : “Sesungguhnya akan datang kepada manusia suatu zaman, dimana seseorang sudah tidak memperdulikan lagi tentang harta yang ia dapatkan, apakah dari hasil yang halal atau dari yang harom.” ( HSR. Bukhori ).

Itulah di antara tanda-tanda zaman penuh cobaan ( zaman fitnah ). Masih banyak lagi apa-apa yang Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- sampaikan dalam hadits-haditsnya yang sah yang dapat kita lihat dan saksikan dengan mata kepala dan hati yang jernih. Semakin jauh dari masa kenabian, maka masa itu akan semakin banyak cobaannya.

Dari az-Zubair bin ‘Adie, ia berkata : Kami mendatangi Anas bin Malik –rodhiyallohu ‘anhu- mengadukan apa yang kami rasakan dari kezholiman al-Hajjaj. Maka beliau mengatakan : “Bersabarlah kalian. Tidaklah datang suatu zaman kepadamu melainkan sesudahnya lebih jelek dari sebelumnya hingga kamu bertemu dengan Robb kalian. Aku mendengarnya dari Nabi kalian -shollallohu ‘alaihi wa sallam- ”. HSR. Bukhori no. 7068

Saudaraku, jika kita telah menyadari bahwasanya kita termasuk hidup di zaman penuh cobaan ( baca zaman fitnah ) sebagaimana ciri-ciri yang Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam-sebutkan, maka sudah seharusnya kita semakin bersungguh-sungguh dalam menjaga agama dan keselamatan diri kita sendiri sebelum lainnya.

Dari Abu Sa’ied al-Khudrie –rodhiyallohu ‘anhu- bahwasanya beliau berkata : Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : “Sudah hampir masanya harta terbaik seorang muslim adalah kambing, ia membawanya ke puncak gunung dan tempat-tempat curah hujan membawa agamanya untuk menjauhkan diri dari fitnah.” HSR. Bukhori dalam shohihnya no. 19

Selain itu, sudah seharusnya kita mensikapi semua itu dengan apa-apa yang Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- ajarkan. Di antaranya sebagai berikut :

Pertama, kenalilah hakekat kebenaran berdasar ilmu yang shohih.

Ilmu yang dimaksud di sini adalah pengetahuan tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang hamba agar ia dicintai dan diridhoi Alloh Ta’aala. Ia adalah pengetahuan yang bersumber dari kitabulloh dan sunnah Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- sebagaimana difahami dan diamalkan para sahabat

Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan generasi yang mengikuti mereka dengan baik. Inilah yang diwariskan Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- kepada umatnya. ( Lihat Surat Al Isroo’ ayat 36 )


Kedua, bersegeralah beramal sholih dan istiqomahlah sampai ajal menemui kita.
Dari Abu Huroiroh –rodhiyallohu ‘anhu- ia berkata : “Sesungguhnya Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda, ‘Bersegeralah mengerjakan amal sholih sebelum datang berbagai macam fitnah seperti malam yang gelap gulita. Pada pagi hari dia masih termasuk mu’min sedangkan pada sore harinya dia telah menjadi kafir atau pada sore hari dia masih termasuk mu’min sedangkan pada paginya dia telah menjadi kafir karena dia telah menjual agamanya dengan harta dunia” HSR. Muslim dalam shohihnya no. 118


Ketiga, menyelesaikan perselisihan dan permasalahan berdasar Al Qur’an dan Sunnah Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam-.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rosul-Nya dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Alloh ( Al Qur’an ) dan Rosul ( sunnahnya ), jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya.” ( QS. An Nisaa’ ; 4 : 59 )


Keempat, menjauhi sumber-sumber fitnah ( seperti perbuatan syirik, bid’ah dan persatuan di atas keduanya, taqlid buta, fanatik kesukuan dan kelompok, dan sebagainya )

Dari Miqdad bin al-Awad –rodhiyallohu ‘anhu- ia berkata : Demi Alloh, aku mendengar Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : “Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari segala fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari segala fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari segala fitnah. Dan orang yang diuji ia bersabar. HSR. Abu Dawud


Kelima, menjaga lisan, tetap di rumah dan menangisi kesalahan.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir –rodhiyallohu ‘anhu-, ia berkata ; Aku bertanya kepada Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- : ‘Wahai Rosululloh, apakah keselamatan itu?’ Beliau bersabda : “Tahanlah lidahmu ( dari banyak bicara, red ), tetaplah di rumahmu dan tangisilah kesalahanmu.” HR. Tirmidzi. Syaikh al Albani v menilainya shohih lighoirihi dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 2741, 2854 dan 3331


Keenam, istimbath ( memeriksa kebenaran suatu informasi atau berita sebelum disikapi atau disebarluaskan ).
Tatkala tersiar berita di kalangan para sahabat bahwa Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- telah menceraikan istrinya, maka menyebarlah apa yang tersebar di kalangan sahabat, sehingga Umar menemui Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan bertanya : “Apakah engkau telah menceraikan istrimu?” Rosululloh ` menjawab : “Tidak”. Umar berkata : “Maka saya berdiri di pintu Masjid dan berteriak sekuat suara saya, ‘Rosululloh tidak menceraikan istrinya’ lalu turunlah ayat : “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rosul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka… QS. An Nisaa’ ; 4 : ayat 83

Umar –rodhiyallohu ‘anhu- berkata : “Saat itu saya ingin mencari kebenaran perkara tersebut. Lalu Alloh menurunkan ayat pemberian pilihan.” HSR. Muslim no. 3764 dengan diringkas


Ketujuh, berlaku lemah lembut (ar-rifq ), santun ( al-hilm ) dan menjauhi ketergesaan ( at-ta’anni ) dalam bersikap.
Dari ‘Aisyah –Istri Nabi –rodhiyallohu ‘anha- dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam-, beliau bersabda : “Sesungguhnya lemah lembut tidaklah berada pada sesuatu melainkan akan memperindahnya. Dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan menjelekkannya.” HSR. Muslim dalam shohihnya no. 6767

Dari Abu Sa’id al-Khudrie –rodhiyallohu ‘anhu-, ia berkata : Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada Asyaj Abdul Qoys –rodhiyallohu ‘anhu- : “Sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang dicintai Alloh ; al-Hilm ( santun ) dan al-Anaah ( tidak tergesa-gesa ) HSR. Muslim no. 127 dengan diringkas


Kedelapan, berdoa kepada Alloh memohon perlindungan dari terjerumus ke dalam “Fitnah”
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada para sahabat : “…Berlindunglah kalian kepada Alloh dari fitnah-fitnah baik yang nampak maupun tersembunyi.” Mereka berkata : “Kami berlindung kepada Alloh dari fitnah-fitnah yang nampak dan tersembunyi”…HSR. Muslim no. 7392 dengan diringkas dari sahabat Zaid bin Tsaabit –rodhiyallohu ‘anhu-
Saudaraku, semoga bermanfaat, aamien

Sumber bulletin Sabilul Mu’minin No. 9 Thn Ke VI Tgl 12 Robi’ul Awwal 1431 H / 26 Februari 2010 M

Random Ayat Al-Qur'an

Random Ayat Al-Qur'an * Karya Bapak Aryo Sanjaya merupakan salah satu aplikasi yang indah untuk dilihat, aplikasi ini sangat bermanfaat sekali bagi Anda khususnya yang mempunyai sebuah website/blog, Anda bisa menaruhnya pada website/blog Anda, Karena aplikasi ini merupakan perpaduan antara ilmu religi dengan ilmu teknologi Subhanallah (Maha Suci Allah). Random Ayat Al-Qur'an ini akan berganti ayat karena adanya refresh dari situs yang Anda lihat.

Untuk source code bisa Anda copy dibawah ini

Semoga Bermanfaat

5 Kesalahan Pencari Pekerja




Ada 5 Kesalahan Terbesar yang mungkin anda tidak sadari tapi anda mungkin sudah lakukan, tapi jangan khawatir. Anda bisa memperbaiki ini dengan secepatnya:

1.Tidak meneliti dahulu jenis pekerjaan yang anda lamar dan perusahaan seperti apa
2.Mengambil Jalan Pintas dalam membuat surat lamaran kerja dengan membuatnya sekali kemudian di
foto kopi dan dikirim ke semua tempat tanpa tahu jenis pekerjaan yang anda lamar
3.Datang interview dengan pakaian tidak rapi
4.Datang interview terlambat
5.Sikap dan Postur Tubuh anda pada saat interview tidak sopan

untuk lebih lengkapnya Anda bisa Download disini »

Tajwid (Software)

Pengertian
Tajwid berasal dari bahasa arab jawwada-yujawwidu-tajwidan menurut bahasa adalah at-tahsin(membaguskan). Menurut istilah tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Hukum
Hukum mempelajari dan memperdalam ilmu tajwid adalah fardhu Kifayah (Fardhu yang apabila dalam sebuah kampung ada seseorang yang mengerjakan maka gugur kewajiban yang lain). Sedangkan hukum mengamalkannya adalah fardhu ‘Ain (diwajibkan bagi seluruh umat Islam)

Dalil
Firman Allah dalam Al-Quran:

“..............Dan bacalah Al-Quran dengan tartil.”(Q.S. Al-Muzammil: 4).

Tingkatan
Ilmu Tajwid memiliki beberapa tingkatan;
1. Makhojirul huruf (tempat keluarnya huruf)
2. Shifatul huruf (Sifat-sifat huruf)
3. Ahkaamuttajwid (hukum-hukum yang berkenanan dengan pembacaan)

Makhojul huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah yang ada dalam Al-Quran. Ketika kita membaca Al-Quran maka pelafalan huruf haruslah sesuai dengan makhroj-nya. Makhorijul huruf secara masyhur ada 17, yang dihimpun dalam 5 kelompok besar;

1. Jauf (rongga mulut). Makhroj yang keluar dari sini ada satu yaitu jauf. Huruf yang keluar dari jauf yaitu: alif bersukun, wawu bersukun , dan ya bersukun

2. Halaq (tenggorokan). Makhroj yang keluar dari sini ada 3;

a)Pangkal tenggorokan hurufnya ada 2 ; hamzah,ha(besar)
b)Tengah tenggorokan hurufnya ada 2;' ain,ha
c)Ujung tenggorokan hurufnya ada 2; ghin, kho

3. Lisan (Lidah). Makhroj yang keluar dari sini ada 10;
a)Pangkal lidah bertemu dengan langit-langit bagian atas. Hurufnya ada 1; qof
b)Pangkal lidah, tepatnya sebelah atas sedikit dari makhroj qof. Hurufnya ada 1; kaf
c)Tengah-tengah lidah. Hurufnya ada 3; jim, syin, ya
d)Tepi/pinggir lidah bersentuhan dengan gigi geraham. Hurufnya ada 1; dhod
e)Pinggir lidah. Hurufnya ada 1; lam
f)Ujung lidah. Hurufnya ada 1; nun
g)Punggung lidah. Hurufnya ada 1; ro
h)Ujung lidah bertemu dengan pangkal gigi seri bagian atas. Hurufnya ada 3; dal, ta, tho
i)Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri bagian atas. Hurufnya ada 3; tsa, dza, dzo
j)Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri bawah dan atas. Hurufnya ada 3; sin, shod, zay

4. Syafatain (dua bibir). Makhroj yang keluar dari syafatain ada 2;
a)Bagian dalam bibir bawah dirapatkan ke ujung gigi atas. Hurufnya ada 1; fa
b)Paduan bibir atas dan bibir bawah. Hurufnya ada 3; wau, mim, ba

5. Khoisyum (Lubang/pangkal hidung). Dari sini keluar makhroj gunnah(sengau). Semua bacaan yang sengau (gunnah musyaddad, idhgom bigunnah, ikhfa dan iqlab) termasuk ke dalam makhroj ini.

Nah, Jika ingin dijadikan untuk bahan belajar bagi anak Anda maka, Anda bisa Download disini

Artikel ini dikutip dari Nunoah Multiplay

Semoga Bermanfaat


Asmaul Husna (Software)

Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud:

"ALLAH mempunyai Asmaa-Ul-Husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat ALLAH S.W.T.), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa-ul-husna itu." - (Surah Al-A'raf:180)

"Katakanlah: "Serulah ALLAH atau serulah AR-RAHMAN. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai al asmaul husna (nama-nama yang terbaik)

"Dialah ALLAH, tiada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai al-asmaul-husna (nama-nama yang baik)"- (Surah Thaha:8)

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda:

"Sesungguhnya Allah s.w.t mempunyai 99 nama, iaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam syurga" - Riwayat Bukhari


Dalam agama Islam, Asmaa'ul husna adalah nama-nama Allah ta'ala yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berati yang baik atau yang indah jadi Asma'ul Husna adalah nama nama milik Allah ta'ala yang baik lagi indah.


KHASIATNYA: Barangsiapa yang berzikir sebanyak 100 kali pada tiap-tiap hari sebelum tebit matahari, Insyaallah ia tidak akan dapat bala pada hari itu, juga untuk membangun jiwa besar dan sabar dalam menghadapi segala urusan asma ini dibaca setiap saat terutama dalam menghadapi segala kesulitan masalah apa saja, pasti segala urusan akan berhasil dengan baik.

Nah, berhubungan dengan software saya ingin berbagi. Jika anda ingin menghafal atau ingin memiliki softwarenya dalam visualisasi komputer maka bisa Anda Download disini »

Artikel diatas diambil dari http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/asmaulhusna.htm

Semoga Bermanfaat

Do'a dan Dzikir Pagi dan Petang

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

Dari Abdulloh bin Busr rodhiyllaohu 'anhu bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam : “Ya Rosululloh, sesungguhnya syari’at Islam sungguh banyak maka kabarkanlah kepadaku suatu amalan yang aku akan bergantung padanya!” Beliau bersabda : “Hendaklah lisanmu senantiasa basah karena ber-dzikir kepada Alloh.” ( HR. Tirmidzi dan dinilai shohih oleh Syaikh Muhammad Naashiruddien al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Kalimith Thoyyib )

Saudaraku, berdoa kepada Alloh dan menyebut-nyebut nama-Nya ( baca : dzikrulloh ) dalam setiap keadaan merupakan salah satu bentuk pendekataan diri kepada Alloh yang memiliki keutamaan yang agung di dalam syariat Islam. Ia termasuk amalan yang sarat manfaat dan mudah dikerjakan, namun hanya orang yang dimudahkan Alloh sajalah yang akan mampu menjaganya. Wajarlah jika Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam memisalkan orang yang berdzikir dengan yang tidak seperti orang hidup dengan orang mati.

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa rodhiyallohu 'anhu, beliau berkata : Nabi n bersabda : “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada robb-nya dan orang yang tidak seperti orang hidup dan orang mati.” ( HSR. Bukhori )

Saudaraku, di antara doa dan dzikir yang seharusnya kita biasakan adalah doa dan dzikir di waktu pagi dan petang sebagaimana dijelaskan oleh hadits-hadits yang sah dari Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam.

Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam menegaskan keutamaan amalan ini dengan sabdanya :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً

Dari Anas bin Malik rodhiyallohu 'anhu berkata : Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sungguh jika saya duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Alloh Ta'aala sejak selesai sholat shubuh hingga terbitnya matahari itu lebih saya sukai daripada membebaskan empat orang budak dari keturunan Isma’il 'alaihissalaam. Dan sungguh jika saya duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Alloh Ta'aala sejak sholat Ashar hingga terbenamnya matahari, itu lebih saya sukai daripada membebaskan empat orang budak dari keturunan Isma’il 'alaihissalaam.” ( HR. Abu Dawud dari Anas bin Malik t dan dinilai hasan oleh Syaikh Muhammad Naashiruddien al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Abu Dawud II/698 no. 3114 dan al-Misykah no. 970 )

Hadits yang mulia ini, selain menjelaskan keutamaan doa dan dzikir di waktu pagi dan petang, ia juga menegaskan waktu pelaksanaannya yaitu setelah sholat shubuh sampai terbit matahari dan setelah sholat Ashar sampai terbenam matahari. Maka fahamilah!

Saudaraku, berikut ini di antara doa dan dzikir yang dibaca ketika pagi dan petang berdasar hadits-hadits Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam yang sah. Semoga bermanfaat.

Pertama, membaca ayat Kursi yaitu ayat ke 255 dari surat Al-Baqoroh di waktu pagi dan petang sebanyak 1 kali ( HR. Nasaa-ie dan Thobroni dengan sanad yang shohih. Lihat Shohihut Targhib wat Tarhib karya Syaikh al-Albani v no. 662.) Dan jangan lupa untuk membaca isti’adzah ( A’udzubillahi minasy syaithonirrjiem, pen ) sebelumnya. ( lihat QS. An Nahl ayat 98 ).

Kedua, membaca surat al-Ikhlas ( قل هو الله أحد ) surat al-Falaq ( قل أعوذ بربّ الفلق ), dan surat an-Naas ( قل أعوذ برب الناس ) di waktu pagi dan petang sebanyak 3 x. ( HR. Tirmidzi dan Abu Dawud dengan sanad Hasan Shohih. Lihat Shohihut Targhib wat Tarhib karya Syaikh al-Albani rohimahulloh no. 649 ).

Ketiga, membaca doa berikut di waktu pagi dan petang sebanyak 3 x

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan nama Alloh yang tidak ada yang membahayakan bersama nama-Nya sesuatu di bumi dan yang di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( HR. Tirmidzi, Abu Dawud dll. Dinilai Shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohihut Targhib wat Tarhib no. 655 )

Keempat, membaca tasbih berikut di pagi hari saja sebanyak 3 x.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

“Maha Suci Alloh dan aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Maha Suci Alloh sesuai keridhoan-Nya, Maha Suci Alloh seberas ‘Arsyi-Nya dan Maha Suci Alloh sebanyak tinta yang menulis kalimat-kalimat-Nya. ( HSR. Muslim )

Kelima, membaca kalimat-kalimat berikut di waktu pagi dan petang sebanyak 3 x.

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

“Aku rela Alloh sebagai robb-ku, Islam sebagai Dienku dan Muhammad n sebagai Nabiku” ( HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dll, derajatnya Hasan, lihat Silsilah Ahaditsish Shohihah oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh no. 2686 )

Keenam, membaca Sayyidul Istighfar di waktu pagi dan petang sebanyak 1 x.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Alloh! Engkau adalah robb-ku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. ( HSR. Bukhori )


Ketujuh, membaca doa ini di waktu pagi dan petang sebanyak 1 x.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَ آمِنْ رَوْعَاتِيْ, اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

“Ya Alloh! Sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Alloh, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Alloh! Peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau gempa bumi yang membuat aku jatuh dan lain-lain) Lihat Shohih Adabul Mufrod oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh no.912 dan sanadnya shohih, alhamdulillah.

Kedelapan, membaca doa ini 1 x di waktu pagi dan petang dan ketika hendak tidur.

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ


“Ya Alloh! Yang Maha Mengetahui yang ghoib dan yang nyata, wahai Robb Pencipta langit dan bumi, Robb segala sesuatu dan yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ilah yang hak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, syaithon dan sekutu-sekutunya, dan aku (berlindung kepadaMu) dari berbuat ke-jelekan terhadap diriku atau mendorongnya seorang muslim kepadanya. ( HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan dinilai Shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam shohih Adabul Mufrod no. 914 dan Silsilah Ahaaditsish Shohihah no.2753 )

Kesembilan, membaca doa berikut ini di waktu pagi dan petang sebanyak 3 x.

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Alloh! Selamatkan tubuhku ( dari berbagai penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Alloh, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Alloh, selamatkan penglihatanku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan), tiada ilah yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Engkau. Ya Alloh! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, tiada ilah yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Engkau.” ( Shohih Adabul Mufrod no. 539 dengan sanad yang hasan ).

Kesepuluh, membaca doa ini di waktu pagi dan petang sebanyak 1 x.

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

“Wahai Alloh Yang Maha Hidup, wahai Alloh Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh dengan segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tan-pa mendapat pertolongan dari-Mu) HR. An-Nasaa-ie, Bazar dan Hakim dihasan kan oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Targhib wat Tarhib no. 661.

Kesebelas, membaca tasbih ini di waktu pagi dan petang sebanyak 100 x.

سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ

Maha Suci Alloh, aku memuji-Nya.” ( HSR. Muslim dll lihat Shohih Targhib wat Tarhib no. 653 ).

Kedua belas, membaca doa ini di waktu pagi sebanyak 1 x.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Ya Alloh, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima. ( HSR. Ibnu Majah )

Saudaraku, sebenarnya masih ada lagi lafazh doa dan dzikir yang dicontohkan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam yang belum tersebut di sini. Silahkan pelajari di kitab-kitab susunan para ‘Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah seperti Al-Adzkar karya Imam Nawawi rohimahulloh yang ditahqiq oleh Syaikh Salim Ied al-Hilali حفظه الله, Tuhfatul Akhyar karya Syaikh Bin Baz rohimahulloh, Shohih Kalimuth Thoyyib oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh, Hishnul Muslim karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qohthoni حفظه الله dll.

Berkata Ibnu Mukhtar mengakhiri tulisannya :

'Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu dengan menyebut nama-namaMu yang Maha Indah dan sifat-sifatMu yang Maha Mulia ampunilah segala dosa dan kesalahanku, kebodohan dan kelalaianku,dan tindak tandukku yang berlebih-lebihan dalam setiap urusanku. Sucikanlah lahir dan batinku, perbagus dan mudahkanlah segala urusanku dan jadikanlah aku termasuk orang yang diberkati di mana saja aku berada

Ya Alloh ampunilah kedua orang tuaku, sayangilah mereka berdua dan sayangilah orang-orang yang menyayangi mereka. Tempatkanlah mereka berdua di tempat yang Engkau berkati dan dalam surga-Mu yang penuh kenikmatan kelak

Ya Alloh perbaikilah keadaanku, keluargaku dan keadaan seluruh kaum muslimin. Jadikanlah sisa umur kami penuh kebaikan dan ampunan. Akhirilah hidup kami dengan amal sholih terbaik dalam pandangan-Mu, rizqikanlah kami meraih husnul khotimah dan kedudukan yang mulia dalam pandangan-Mu dan masukkanlah kami dengan rahmat dan keutamaan dari-Mu ke dalam surga-Mu yang indah lagi kekal abadi.

Aamien...aamien...aamien

Disusun oleh seorang hamba yang sangat membutuhkan rahmat dan ampunan Alloh Ta'aala

Ibnu Mukhtar

Agar selamat dari siksa kubur

Ibnu Mukhtar
 
عَنْ هَانِئٍ - مَوْلَى عُثْمَانَ – قَالَ كَانَ عُثْمَانُ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ بَكَى حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ فَقِيلَ لَهُ تُذْكَرُ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلاَ تَبْكِى وَتَبْكِى مِنْ هَذَا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ ». قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلاَّ وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ »
 
Dari Hani’ –mantan budak ‘Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu-“Adalah Utsman apabila berhenti di kuburan beliau menangis sampai jenggotnya basah. Maka beliau ditanya : “Engkau tidak menangis ketika disebut Surga dan Neraka, tetapi engkau menangis karena melihat kuburan ini.” Beliau menjawab : “Sesungguhnya aku mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :’Sesungguhnya alam kubur itu merupakan tempat persinggahan pertama di antara tempat-tempat persinggahan akhirat, maka jika  ia selamat di persinggahan pertama itu ( alam kubur ) maka kejadian dan segala peristiwa sesudahnya adalah lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat, maka kejadian-kejadian sesudahnya adalah lebih sulit.’ Ustman berkata lagi ; ‘Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku belum pernah melihat pemandangan yang mengerikan sebelumnya selain adzab kubur.” ( HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dalam musnadnya dishohihkan Syaikh Syu’aib al-Arna’ut dan Syaikh Al Albani rohimahulloh menghasankannya dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 3550 )

 
Saudaraku, hadits yang mulia ini memberikan banyak faedah yang berharga bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran darinya. Dan tidak ada yang dapat memetiknya melainkan oleh mereka yang dikehendaki Alloh Subhaanahu wa Ta’aala kebaikan bagi urusan dunia dan akhiratnya.
 
Di antara pelajaran penting dari hadits yang mulia ini adalah penetapan adanya alam kubur sebagai salah satu tempat persinggahan akhirat. Di dalamnya hanya ada dua keadaan; nikmat kubur dan adzab kubur. Nikmat kubur adalah berbagai keadaan dan peristiwa yang menyenangkan penghuninya seperti terbebas dari siksa kubur, ditemani amal sholeh yang berbentuk makhluk yang indah, diterangi dan diluaskan kuburnya, dan berbagai nikmat lainnya sebelum memasuki Surga nan indah dan abadi setelah hari dibangkitkan. Sedangkan adzab kubur adalah berbagai keadaan dan peristiwa yang mengerikan, menyakitkan dan menyusahkan penghuninya seperti kepalanya dipukul malaikat dengan gada dari besi, digencet bumi sampai hancur tulang-tulangnya, dan berbagai siksa dan kengerian lainnya sampai hari dibangkitkan.
 
Saudaraku, jika kita termasuk orang mu’min yang  cerdas, niscaya kita akan segera sadar dari kelalaian kita. Kita pun akan segera bangkit untuk memperbaiki keadaan dan perbekalan kita. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat dan menggapai rohmat Alloh. Ingatlah detik-detik yang kita lalui akan menyampaikan kita kepada ajal yang telah ditetapkan Alloh Subhanaahu wa Ta’alaa. Dan selanjutnya, kita akan memasuki alam kubur-tempat persinggahan pertama di antara tempat-tempat persinggahan akhirat-. Jika kita mendapatkan nikmat kubur, maka yang berbahagia adalah kita sendiri. Namun, sebaliknya-jika kita mendapatkan siksa dan adzab kubur-maka yang akan merasakan derita dan pedihnya adalah kita sendiri, duhai celakanya diri kita.
 
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
 
Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallohu ‘anhuma bahwasanya dia berkata : “Aku bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, lalu seseorang dari kalangan Anshor datang seraya memberi salam kepada Rosululloh shollalohu ‘alaihi wa sallam. Kemudian ia berkata : “Ya Rosululloh, siapakah orang-orang mu’min yang paling utama?” Beliau bersabda : “Mereka yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, “Siapakah orang-orang mu’min yang paling cerdas?” Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk menghadapi kehidupan sesudahnya. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” ( HR. Ibnu Majah dalam sunannya no. 4400. Syaikh Muhammad Naashiruddien al-Albani rohimahulloh menilai hadits ini sebagai hadits hasan dalam Silsilah Ahaaditsish Shohihah no. 1384 )
 
Saudaraku, berikut di antara amalan-amalan yang akan menyelamatkan seorang muslim dari siksa dan adzab kubur. Adapun orang yang mati dalam kekafiran maka ia akan mendapatkan siksa dan adzab kubur sebelum siksa abadi di Neraka kelak.  Semoga Alloh melindungi kita dari siksa kubur dan adzab Neraka, aamien.
 
Pertama, beriman kepada Alloh Subhaanahu wa Ta’aala tanpa dicampuri kesyirikan dan kemunafikan Kemudian beramal sholih sebagaimana tuntunan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan istiqomah ( teguh pendirian ) di atas kesholihan tersebut sampai matinya. Ini adalah seagung-agungnya sebab keselamatan seseorang di dunia dan di akhirat kelak.
 
Kedua, membaca surat Al Mulk ( surat ke 67 dalam Al Qur’an )
 
قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - (سورة تبارك هي المانعة من عذاب القبر)
 
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Surat Tabaarok adalah pencegah/penghalang dari adzab kubur.” ( Silsilah Ahaaditsish Shohihah oleh Syaikh al Albani rohimahulloh no. 1140, shohihul Jaamie n. 3643 )
 
Ketiga, meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at.
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ »
 
Dari Abdulloh bin Amr rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah seorang muslim meninggal di hari Jum’at atau di malam Jum’at melainkan Alloh Subhaanahu wa Ta’ala akan melindunginya dari fitnah kubur.” ( HR. Ahmad dan Tirmidzi dihasankan Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Ahkaamul Janaaiz )
 
Keempat, meninggal karena sakit perut.
 
عَنْ أَبِى إِسْحَاقَ السَّبِيعِىِّ قَالَ قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ لِخَالِدِ بْنِ عُرْفُطَةَ أَوْ خَالِدٌ لِسُلَيْمَانَ أَمَا سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ قَتَلَهُ بَطْنُهُ لَمْ يُعَذَّبْ فِى قَبْرِهِ ». فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ نَعَمْ.
 
Dari Abu Ishaq as-Sabie’ie, ia berkata : Sulaiman bin Shurod berkata kepada Kholid bin ‘Urfuthoh atau sebaliknya, “Bukankah engkau telah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Barangsiapa yang meninggal karena sakit perut, ia tidak di adzab di kuburnya’? Maka salah seorang berkata kepada temannya, “Betul”. ( HR. Tirmidzi dishohihkan Syaikh al Albani rohimahulloh dalam shohiehut targhieb wat tarhieb no. 1410  )
 
Kelima, ribath ( berjaga-jaga ) di jalan Alloh Subhaanahu wa Ta’aala
 
عَنْ سَلْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ      « رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِىَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ ».
 
Dari Salman al-Farisi rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Berjaga-jaga sehari semalam di jalan Alloh adalah lebih baik dari puasa dan sholat malam selama sebulan penuh. Dan jika ia mati pada saat itu, ia akan diberi pahala atas amalnya, ditetapkan baginya rizki dan aman dari siksa kubur.” ( HSR. Muslim dalam Shohihnya no. 5047 )
 
Keenam, mati syahid di medan pertempuran.
 
عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِى سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ »
 
Dari al-Miqdam bin Ma’die kariba, ia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bagi orang yang syahid, ia memiliki enam bagian kebaikan di sisi Alloh ; Ia diampuni sejak pertama kali tetesan darahnya mengalir, ia melihat tempatnya di Surga, ia dilindungi dari adzab kubur, ia merasa aman di hari kebangkitan, diletakkan di atas kepalanya mahkota dari yakut yang lebih baik dari dunia dan apa yang di atasnya, ia dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari bermata jeli dan ia diizinkan memberikan syafa’at kepada tujuh puluh anggota keluarganya.” ( HR. Tirmidzi dalam sunannya no. 1764 dishohihkan syaikh al Albani rohimahulloh dalam shohiehut targhieb wat tarhieb no. 1375 )
 
Ketujuh, bersuci dari kencing ( menjaga kebersihan dan kesucian diri dari najis )
 
عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "عامة عذاب القبر في البول فاستنزهوا من البول"
 
Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu  ‘anhuma, ia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kebanyakan adzab kubur disebabkan oleh air kencing. Maka bersucilah dari air kencing!” ( HR. al-Bazar, Thobronie dalam al Kabier, al Hakim dan Daraquthnie. Syaikh al-Albani rohimahulloh menilainya ‘Shohieh lighoirihi’ dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 158 )
 
Kedelapan, berwasiat kepada keluarganya untuk tidak meratapinya ketika ia meninggal dunia.
 
عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِى قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ ».
 
Dari Abdulloh bin ‘Umar dari Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Mayit itu di adzab dalam kuburnya disebabkan ratapan keluarganya.” ( HSR. Bukhori dan Muslim )
 
Adapun jika sewaktu hidup ia telah berwasiat kepada keluarganya untuk tidak meratapinya kalau ia mati dan dikubur, kemudian keluarganya tidak menggubris wasiatnya maka ancaman yang diberitakan ‘Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam itu tidak akan diberlakukan kepadanya. Wallohu a’lam.
 
Kesembilan, tidak menjadi orang yang menebar permusuhan di kalangan manusia ( pengadu domba )
 
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ مَرَّ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ فَقَالَ  إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيمَةِ . ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ، ثُمَّ غَرَزَ فِى كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً . فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ  لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
 
Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau melewati dua buah kubur yang penghuninya sedang diadzab. Beliau bersabda : “Kedua penghuni kubur ini sungguh sedang diadzab dalam kuburnya. Dan mereka tidak di adzab karena perkara besar. Adapun seorang di antara mereka tidaklah bersuci dari kencing. Sedang yang satunya, adalah mengadu domba ( menebar permusuhan ) di kalangan manusia.  ( HSR. Bukhori dan Muslim )
 
Kesepuluh, menjaga Al-Qur’an dan tidak melalaikan sholat wajib.
 
Dari Samuroh bin Jundab rodhiyallohu ‘anhu, dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ( dalam hadits yang panjang ) ;
 
..أَمَّا الرَّجُلُ الأَوَّلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُثْلَغُ رَأْسُهُ بِالْحَجَرِ ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَأْخُذُ الْقُرْآنَ فَيَرْفُضُهُ وَيَنَامُ عَنِ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ
 
Adapun orang pertama yang engkau datangi yang remuk kepalanya dengan batu adalah orang yang membaca Al Qur’an lalu ia tidak mengamalkan isinya dan tidur di kala waktu sholat wajib ( melalaikannya ) HSR. Bukhori no. 7047
 
Kesebelas, tidak menjadi penebar kedustaan ( kebohongan ) di tengah-tengah masyarakat. Apalagi menjadi penebar kedustaan dengan kemasan agama seperti para penyebar hadits-hadits palsu atas nama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk menguatkan faham, amalan dan eksistensi kelompoknya.
 
..وَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُشَرْشَرُ شِدْقُهُ إِلَى قَفَاهُ ، وَمَنْخِرُهُ إِلَى قَفَاهُ ، وَعَيْنُهُ إِلَى قَفَاهُ ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَغْدُو مِنْ بَيْتِهِ فَيَكْذِبُ الْكَذْبَةَ تَبْلُغُ الآفَاقَ
 
Adapun orang yang engkau datangi sedang digergaji mukanya hingga mulut, tenggorokan dan matanya tembus ke tengkuknya adalah orang yang keluar dari rumahnya lalu berdusta dengan kedustaan yang tersebar ke pelosok. HSR. Bukhori no. 7047
 
Kedua belas, menjauhi perbuatan zina
 
وَأَمَّا الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ الْعُرَاةُ الَّذِينَ فِى مِثْلِ بِنَاءِ التَّنُّورِ فَإِنَّهُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِى
 
Adapun lelaki dan wanita telanjang yang berada di atas tungku api maka mereka adalah para pezina ( orang yang berhubungan badan tanpa ikatan nikah yang sah menurut Islam ) HSR. Bukhori no. 7047
 
Ketiga belas, tidak memakan riba.
 
وَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يَسْبَحُ فِى النَّهَرِ وَيُلْقَمُ الْحَجَرَ ، فَإِنَّهُ آكِلُ الرِّبَا
 
Adapun orang yang engkau datangi sedang berenang di sungai dan dijejali batu maka ia adalah pemakan riba. HSR. Bukhori no. 7047
 
Keempat belas, memohon perlindungan kepada Alloh dari adzab Neraka dan adzab kubur ketika tasyahud akhir di dalam sholat.
 
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ».
 
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu ia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud maka berlindunglah dari empat perkara dengan mengucapkan : “Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan kejahatan fitnah Dajjal” ( HSR. Muslim no. 1361, dalam hadits lain disebutkan bahwa tasyahud di maksud adalah tasyahud akhir lihat HSR. Muslim no. 1354 )
 
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ».
 
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu ia mengatakan : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda ; “Jika salah seorang di antara kalian selesai bertasyahud akhir maka berlindunglah kepada Alloh dari empat perkara ; dari adzab Jahannam, adzab kubur, fitnah kehidupan dan kematian dan fitnah kejahatan Dajjal.” (  HSR. Muslim no. 1354 )
 
Saudaraku, demikian dapat disampaikan. Semoga Alloh merohmati dan menyelamatkan kita semua dari syaithon dan tipu dayanya, dari fitnah dunia dan keindahan semu yang menipu dan dari segala ketergelinciran baik dalam ucapan dan perbuatan sampai kita meraih akhir umur yang baik-mati dalam ketaatan dan keridhoan Alloh Ta’aala-.
 
Dan pada akhirnya, marilah kita segera bertaubat kepada Alloh dengan taubat yang sebenarnya, kemudian berbekallah dengan amal-amal sholih sebagaimana diajarkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam-amalan yang bersih dari syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya-.
 
عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ      إِذْ بَصُرَ بِجَمَاعَةٍ ، فَقَالَ : عَلاَمَ اجْتَمَعَ عَلَيْهِ هَؤُلاَءِ ؟ قِيلَ : عَلَى قَبْرٍ يَحْفِرُونَهُ. قَالَ : فَفَزِعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَبَدَرَ بَيْنَ يَدَيْ أَصْحَابِهِ مُسْرِعًا حَتَّى انْتَهَى إِلَى الْقَبْرِ ، فَجَثَا عَلَيْهِ . قَالَ : فَاسْتَقْبَلْتُهُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ لأَنْظُرَ مَا يَصْنَعُ ، فَبَكَى حَتَّى بَلَّ الثَّرَى مِنْ دُمُوعِهِ ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا قَالَ : أَيْ إِخْوَانِي لِمِثْلِ الْيَوْمِ فَأَعِدُّوا
 
Dari al-Bara ibn ‘Azib rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata : Ketika kami bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba beliau melihat sekumpulan orang. Lalu beliau berkata : “Untuk apa mereka berkumpul?” Dikatakan kepada beliau, untuk menggali sebuah kubur. Maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bangkit berbegas mendahului para sahabatnya menuju kubur tersebut. Setelah sampai beliau pun berlutut ( untuk melihat lobang kubur ). Al-Baraa berkata : “Maka aku menuju ke hadapan beliau untuk melihat apa yang beliau lakukan. Ternyata beliau menangis hingga air matanya membasahi tanah. Kemudian beliau menghadap kepada kami seraya bersabda : ‘Wahai saudara-saudaraku, untuk hari semisal ini maka persiapkanlah diri kalian!” ( HR. Bukhori dalam at-Tarikh, Ahmad, Ibnu Majah dan lainnya. Di nilai hasan oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam ash-Shohihah no. 1751 )
 
Berkata Ibnu Mukhtar-seorang hamba yang sangat berhajat akan ampunan dan rohmat Alloh Ta’aala-mengakhiri tulisannya :
 
“Ya Alloh aku memohon kepada-Mu dengan nama-namaMu yang Maha Indah dan sifat-sifatMu yang Maha Mulia agar Engkau menjadikan aku, kedua orang tuaku, istri-istri dan anak-anakku, adik-adik dan kaum kerabatku, guru-guru dan murid-muridku, sahabat dan saudara-saudaraku se-Islam sebagai penduduk surga Firdaus-Mu..Jadikanlah kami semua selalu dalam perlindungan dan bimbinganMu..Teguhkan iman dan kesholihan kami di atas jalan-Mu yang lurus..Mudahkanlah segala urusan kami..lunasilah hutang-hutang kami..perbaikilah hubungan kami kepada-Mu dan kepada hamba-hambaMu…wafatkanlah kami di dalam dien-Mu yang hanif dalam kondisi ridho kepada-Mu dan mendapat keridhoanMu..berikanlah tanda-tanda yang baik dan dapat dikenali hamba-hambaMu ketika ajal menjemput kami, agar kami berbahagia dan hamba-hambaMu mendapatkan pelajaran yang baik dari kami..Ya Alloh kabulkan doaku ini…aamien..aamien..aamien”

Marhaban Ya Ramadhan



Ya Rabb.....
akhirnya datang juga bulan yang aku rindukan......
akhirnya telah tiba saatnya bulan yang mulia....
bulan yang aku tunggu-tunggu.....

Ya Muhaimin....
Berilah kekuatan hamba untuk selalu mendekat pada-Mu dibulan suci dan penuh berkah ini Ya Rabb....
Berilah hamba kemudahan dalam menjalankan ibadah-Mu Ya Rabb....


Ya Allah
Jadikanlah Bulan Ramadhan kali ini bulan yang sangat berharga bagi hamba,
Jadikanlah Bulan yang penuh dengan kedekatan hamba kepada-Mu Ya Allah...


Ya Allah jadikanlah kesempatan hamba kali ini untuk lebih dan lebih mendekatkan kepadaMu Ya Rabb...


sudah banyak dosa yang hamba lakukan Ya Rabb...
Ampunilah dosa hamba Ya Rabb yang lalu kini dan nanti
Ampunilah dosa hamba Ya Rabb yang besar dan kecil
Ampunilah dosa hamba Ya Rabb yang disengaja maupun tidak disengaja
Ampunilah dosa hamba Ya Rabb yang tampak maupun tak nampak


Ramadhan kali ini hamba akan meningkatkan ibadah hamba Ya Rabb

pertemukanlah hamba Ya Rabb dengan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari 1000 bulan, malam yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang mukmin...


Ya Allah,
menitih langkah demi langkah akan hamba jalani Ya Rabb..
hamba niatkan kepadamu Ya Rabb


Semoga Ramadhan 1431 Hijriah ini membawakan hamba kearah yang lebih baik. Amiin

Cara Mempercepat Loading Page / Halaman blog

Ini tips langsung juragan ambil dari master of internet,siapa lagi kalo bukan mbah google a.k.a google search engine. kalo kata mbah google bilang begini nih cara mempercepat loading page web / blog kita :

1 . Post
jumlah posting / artikel yang ditampilkan pada halaman awal atau homepage ikut mempengaruhi kecepatan loading access. jadi intinya jangan terlalu banyak menampilkan posting pada halaman awal. google ngerekomendasiin kalo jumlah post kita tuh jangan melebihi 10.

2. JavaScript dan Links pihak ketiga
untuk mengoptimalkan kecepatan load blog, mbah google juga mengerekomendasiin menggunakan google/blogger widget yang udah build in. tapi kalo kita terpaksa gunain javascript punya pihak ketiga, agar kecepatan loading access tetap optimal letakkan javascript pihak ketiga tersebut pada footer atau pada bagian paling bawah sidebar.

3. Gambar
semakin banyak gambar pada homepage maka semakin lambat kecepatan loadnya, jadi sedapat mungkin kontrollah ukuran gambar dan kualitasnya dengan menggunakan program pengeditan gambar seperti adobe photoshop. google juga bilang agar kita meng-uploadnya ke web album picassa.

4. rekomendasi lainnya
jika sobat blogger menggunakan custom CSS ke blog, sedapat mungkin meletakkannya pada bagian atas dari halaman edit html

nah itulah sebagian tips dari mbah google, jadi ini bukan tipsnya juragan. otomatis lebih terpercaya. *emang kalo juragan yang ngasi tips gak ada yang percaya ya...hiks* okelah, hari ini cukup segitu dulu, yang dah pada gak sabar pingin komen inilah waktunya * halah gayanya juragan kaya banyak yang pingin komen aja, padahal gak ada,xixixi :D *

Perbedaan Orang Fasik dan Orang Beriman

Perbedaan Orang Fasik dan Orang Beriman

Mungkin kadangkala Anda bertanya-tanya, " Mengapa saat ini kebanyakan orang yang fasik dan selalu berbuat maksiat memiliki kedudukan istimewa? Namun orang yang selalu berpegang teguh pada kebenaran dan ajaran islam menderita kekafiran, tidak berdaya, dan terhina?"

Rasulullah saw. menjawab pertanyaan ini dalam sabdanya,
"Apabila kamu menyaksikan seorang hamba mendapatkan dari Allah ta'ala apa yang ia sukai dari kehidupan dunia, namun ia terus berkecimpung dalam kemaksiatan, maka ketahuilah bahwa semua itu hanyalah istidraaj."

Istidraaj adalah pengguhan hukuman dan ditundanya azab.

Rahmat Qur'an ( Haddad Alwi dan Shila )

Rahmat Qur'an ( Haddad Alwi dan Shila )
Lirik Lagu Rahmat Qur'an (Haddad Alwi dan Shila)

Allah turunkan rahmat qur’an
jadikan Qur’an cahaya petunjuk kebenaran
Allah ingatkan kami
semua yang kami lalai, berikan ilmu yang bermanfaat
jadikan qur’an bacaan yang kami cinta
di malam dan siang
jadikan Qur’an penerang
Ya Robbal ‘alamin

Versi B. Inggris
Oh Allah bless us with al Qur’an
Make it our leader our light our guide and blessing
Allah remind us of what we forget and teach us what we don’t know
Oh my beloved Allah
Do al Qur’an as our reading all night and all day,
All night and all day
Make al Qur’an our foundation
Ya Robbal Alamin

Versi B. Arab
Allahummarhamna bil Qur’an
Waj’alhulana imamaw wa nurrow wahudaw wa rohmah
Allahumma dzakkirna min huma nasiina wa a’limna minhuma jahilna
Warzuqna tilawatahu aana
Allaili wa athrofannahar
Waj’alhu lana hujjatan
Ya Robbal ‘Alamin



video

Download Video »


Kebesaran Allah di Tangan Kita


Tahukah sahabat kebesaran Allah di tangan kita, garis utama kedua telapak tangan kita bertuliskan dalam angka Arab yaitu :
|/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18, dan
/\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81

Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99
99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran. Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881. Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ( 19 x 99 = 1881 ).Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran.

Begitu juga pada ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) sahabat, terkandung jejak-jejak nama Allah, tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. Silakan perhatikan salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama:

Jari kelingking ==> membentuk huruf alif
Jari manis, jari tengah, & jari telunjuk ==> membentuk huruf lam (double)
Jari jempol (ibu jari) ==> membentuk huruf ha’

Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).

Maka benarlah firman Allah SWT :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fushshilat 41:53)

Cara Mengendalikan Amarah



Akibat dari amarah
* Perkataan dan perbuatan menjadi tidak terkontrol
* Cenderung mudah menyakiti dan mendzolimi orang lain
* Membuat suasana tidak nyaman bila ada didekatnya dan merusak hubungan silaturahmi juga merusak nama baik
* Marah juga menghancurkan amal shalih seseorang
* Muka menjadi jelek bibir cemberut, dahi berkerut, muka masam, mata melotot, pikiran menjadi kacau.
* Disukai setan, nafsu amarahnya akan dijadikan tunggangan setan untuk menjerumuskan manusia.

Cara mengendalikan amarah
* Selalu bersyukur, sabar, dan ikhlas dalam menjalani kehidupan
* Harus bersih hati, lapang dada, dan positive thingking selalu
* Gunakan akal pikiran, perasaan dan ilmu pengetahuan
* Berusahalah memaafkan kesalahan orang lain
* Tersenyumlah selalu untuk kebahagiaan hari ini, karena mungkin esok pagi kita tidak bisa tersenyum lagi
* Berdoalah selalu agar terhindar dari sifat pemarah

Kesimpulan
Sedikit bicara, banyaklah berdoa, cukup satu kalimat untuk mengekspresikan kemarahan, namun penuh makna yang mendalam. Intonasi datar caranyapun tepat, marahlah pada saat yang tepat dan dengan alasan yang jelas, sehingga mampu membangkitkan kesadaran serta tidak menyakiti siapapun. Demikian cara Rasulullah SAW mengekspresikan kemarahannya. Dengan amarahnya tidak ada satu orangpun yang tersakiti karena disalurkan dengan cara yang tepat dalam kondisi yang tepat kepada orang yang tepat. Dengan semua emosinya beliau menjadi pribadi yang terhormat karena mampu menyikapi semua hal dengan proporsional.

Saran
Marilah kita belajar mengendalikan amarah agar hidup kita menjadi lebih tenang dan jauh dari stress. Perbanyak taghut dan solawat.
Mudah-mudahan tulisan ini bermamfaat bagi kita semua...Amin.

Cara Membuat Scroll Pada Blog

Scroll itu berfungsi sebagai menghemat space pada side bar blog, oleh karena itu sering kali pada blogger memakainya, disamping menghemat space pada sidebar blog, scroll juga berfungsi sebagai mempercantik tampilan.

Untuk membuat cukup sederhana Anda hanya mengcopy script dibawah ini kemudian Anda paste di HTML/Java Script di Blog Anda.


Misalnya :


Hasilnya
Your Text
Your Text
Your Text
Your Text
Your Text
Your Text
Your Text


Keterangan :
Widht merupakan listing progam untuk memperlebar dan memperkecil scroll
Height merupakan listing progam untuk meninggikan dan memendekkan scroll

atau bisa di download DISINI